SHARE
Tarif Iuran BPJS Kesehatan Terbaru
Ilustrasi Iuran BPJS Kesehatan (FOTO : Lifestyle)

Netizenpos.com – Setiap orang baik muda maupun tua diwajibkan memiliki asuransi untuk mengantisipasi kejadian tidak terduga seperti sakit ataupun kecelakaan. Seperti yang kita ketahui saat ini banyak produk asuransi di Indonesia dari swasta maupun resmi dari pemerintah. Salah satu asuransi dari pemerintah yang saat ini wajib dimiliki para warga adalah BPJS Kesehatan dimana bisa digunakan untuk mengantisipasi ketika terjadi sakit ataupun kecelakaan. Tidak hanya itu, BPJS juga memberikan program lainnya seperti beasiswa untuk pendidikan dan dana pensiun bagi pemilik asuransi BPJS.

Mungkin bagi pengguna baru yang belum lama mendaftar sebagai anggota BPJS belum tahu bahwa ada perubahan tariff iuran BPJS yang wajib dibayarkan setiap sebulan sekali. Sebelumnya, BPJS dibagi dalam tiga kelas yakni fakses 1, 2 dan 3. Dalam tingkat faskes tersebut juga memiliki iuran berbeda-besa sesuai dengan aturan yang sudah ditentukan.

Sekedar informasi tambahan, sejak 1 April 2016 untuk iuran dari Jaminan Kesehatan Nasional atau JKN sudah mengalami perubahan tariff. BPJS atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial sudah memberikan pengumuman dengan dibuatnya peraturan baru berupa Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2016 mengenai Perubahan Kedua dari sebelumnya yakni PerPres Nomor 12 Tahun 2013 mengenai Jaminan Kesehatan. Untuk perubahan iuran Pekerja Bukan Penerima Upah atau PBPU ataupun dari peserta perorangan bisa dimengerti yakni:

Kelas 1

Iuran Baru sebesar Rp 59.500 dan untuk Nilai Kenaikannya menjadi Rp 80.000 dengan naik sebesar Rp 20.500.

Kelas 2

Iuran Baru mencapai Rp 42.500 lalu untuk Nilai Kenaikan menjadi Rp 51.000 yang naik mencapai Rp 8.500.

Kelas 3

Untuk iuran Baru dari kelas 3 sebesar Rp 25.500 dengan nilai kenaikan tetap menjadi Rp 25.500. Pada kelas 3 tidak mengalami kenaikan dan sudah sesuai dengan Presiden yang sudah menetapkan iuran di kelas 3 tidak mengalami kenaikan.

Mengenai jatuh tempo pembayaran iuran jaminan kesehatan BPJS Kesehatan untuk paling lambat dibayarkan pada tanggal 10 di satu bulannya jika pada tanggal 10 tersebut jatuh tepat di hari libur maka iuran dibayarkan di hari kerja berikutnya. Jika pengguna BPJS Kesehatan mengalami keterlambatan lebih dari satu bulan setelah pembayaran di tanggal 10 maka jaminan diberhentikan untuk sementara waktu. Nanti jaminan akan aktif kembali jika pembayaran sudah dipenuhi.

Untuk para peserta yang mengalami keterlambatan dalam pembayaran maka peserta tidak bisa menggunakan jaminan KKN untuk berobat gratis. Kartu BPJS akan aktif kembali jika sudah melalu tahap pembayaran denda. Mengenai besaran denda sudah diatur yakni sebesar 2.5%, dengan dikalikan jumlah iuran bulanan. Untuk tunggakan maksimum mencapai 12 bulan dan denda paling tinggi sebesar 30 juta Rupiah.

Bagi para peserta BPJS baik masih baru ataupun sudah lama sebaiknya membayar tepat waktu karena beberapa masalah mengenai tidak aktifnya kartu jaminan kesehatan tersebut disebabkan keterlambatan iuran. Kita tidak tahu kapan terkena sakit ataupun mendapatkan kecelakaan, maka dari itu bila ingin mendapatkan perlindungan maksimal harus secara rutin membayar iuran dan jika sudah mengalami tunggakan harus segera bayar agar tidak membesar dan membebani Anda.

Banyak kasus dari kartu BPJS terjadi karena kurangnya kesadaran dalam membayar. Meski sudah masuk ke kelas 3 dengan iuran paling rendah, tetapi masih saja beberapa orang mengalami masalah yang sama yakni tunggakan denda sangat tinggi. Jadi sisihkan uang untuk antisipasi masa tua Anda dari sekarang.