SHARE
Efek Buruk Dari Bak Kurang Angin
Efek Buruk Dari Bak Kurang Angin (FOTO : Liputan 6)

Netizenpos.com – Setiap hari libur banyak orang menghabiskan waktu dengan cara mengunjungi lokasi wisata. Seperti yang sudah lama terdengar banyak pelancong memakai kendaraan pribadi berupa motor ataupun mobil, akan tetapi masih banyak yang kurang memperhatikan kesehatan mobil dan motor mereka sehingga sering mengalami kerugian berupa waktu untuk memperbaiki mesin.

Tidak hanya dari segi mesin mobil atau motor saja, tetapi ada satu bagian terpenting yang wajib diperhatikan yakni ban. Bila kondisi ban sangat prima maka kinerja dari kendaraan akan maksimal, akan tetapi jika sebaliknya justru membuat performa dari kendaraan mengalami penurunan.

Seringkali ban motor ataupun mobil mengalami kurang tekanan angin yang disebabkan dari suhu udara di sekitar ban. Penurunan tekanan ban harus segera di atasi karena bisa berdampak kurang baik terhadap performa motor ataupun mobil. Sebuah penelitian yang dilansir dari Doityourself setiap penurunan suhu 10 derajat akan membuat udara di dalam ban berkurang satu PSI.

Maka dari itu lakukan pengecekan ban minimal dalam waktu 1 bulan sekali yang akan membuat kinerja dari ban sangat optimal. Lalu untuk berbagai macam masalah dari kondisi ban kurang baik sebaiknya juga diperhatikan. Berikut ini penjelasan mengenai jenis masalah yang timbul akibat ban kurang tekanan angina.

Bahan Bakar Menjadi Boros

Beberapa studi membuktikan dari tekanan ban sebesar 80 persen memberikan performa cukup baik dan menjadi rekomendasi setiap pengendara. Jika tekanan ban kurang dari 80 persen maka bisa mengurangi nilai bahan bakar sehingga akan mengurangi efisiensi bahan bakar. Ketika sebuah ban mengalami kurang angin akan membuat telapak ban kurang maksimal sehingga terjadi gesekan lebih banyak. Maka dari itu setiap mobil akan mengalami perlambatan sehingga membutuhkan bahan bakar yang cukup banyak.

Mengurangi Performa Pengereman

Selain tekanan angina di ban kondisi ban yang kurang angina akan memberikan waktu lebih banyak pada sektor pengereman sehingga kurang angina bisa membuat mobil mudah tergelincir apalagi di saat jalanan basah atau dingin sangat rawan sekali bila tekanan ban tidak maksimal.

Menambah Polusi Udara

Pengurangan tekanan ban bisa berpengaruh terhadap efisiensi bahan bakar sehingga dari emisi juga berpengaruh apalagi ketika menginjal pedal gas lebih lama akan membuat emisi dari kenalpot lebih besar. Maka dari itu untuk mengurangi emisi gas buang sebaiknya isi tekanan ban secara maksimal.

Mempercepat Usia Ban

Sebuah ban dengan tekanan angin rendah akan membuat masa pemakaian ban berkurang sebanyak 25 persen, bila ingin mengehmat pemakaian ban sebaiknya seringlah mengecek tekanan ban. Jika tidak memperhatikan tekanan ban bisa membuat proses penggantian ban lebih cepat.

Merusak Ban

Satu lagi kerugian dari menghiraukan tekanan angin pada ban adalah membuat kerusakan pada ban dengan resiko terburuk ban cepat pecah. Penyebab dari pecah ban adalah gesekan dengan aspal yang terlalu panas sehingga dari struktur ban akan mengelupas. Banyak pengendara tidak menyadari tentang tekanan ban yang sebenarnya sangat penting untuk menjaga performa kendaraan.

Sebisa mungkin perhatikan tekanan ban agar bisa tetap maksimal dalam berkendara dan terhindar dari berbagai macam masalah. Kecelakaan karena pecah ban sering terdengar, maka dari itu bagi pengendara mobil ataupun motor wajib memperhatikan kondisi ban setiap harinya untuk mendapatkan performa ban maksimal sehingga kegiatan liburan Anda tetap berjalan lancar.