SHARE
10 Phobia Yang Wajib Diketahui Pada Anak Balita
10 Phobia Yang Wajib Diketahui Pada Anak Balita (FOTO : Vebma)

Netizenpos.com – Mungkin Anda sudah sering mendengar kata phobia dimana muncul sebuah rasa takut yang berlebihan bahkan hal-hal yang ditakutkan sering terlihat sepele. Tidak hanya dari usia dewasa saja, tetapi dari penderita phobia mayoritas terjadi pada usia balita. Seseorang anak yang memiliki phobia bisa mempengaruhi kondisi psikologisnya, sehingga perlu penanganan serius.

Sayangnya, tak semua orang tua peka terhadap kesehatan anaknya, sehingga phobia dibiarkan begitu saja tanpa ada penanganan. Agar para orang tua bisa lebih waspada terhadap kesehatan balita, sebaiknya simaklah beberapa jenis phobia yang sewaktu-waktu bisa terjadi di anak Anda.

Phobia Kegelapan

Pastinya dari satu phobia ini banyak dialami para balita dimana mereka akan sering takut ketika berada di suasana gelap. Ketakutan tersebut dikarenakan si anak berimajinasi terlalu berlebihan dan memunculkan bayangan monster jatah atau jenis hantu yang paling ditakui. Kecemasan yang terlalu tinggi akan menyulitkan si anak untuk tidur sehingga tak biasa memadamkan lampu ketika tidur.

Phobia Air

Masih ada satu jenis phobia yang sering dialami balita yakni phobia air dimana mereka sering takut terhadap air bahkan bisa merasa trauma. Phobia air akan membuat saluran pernafasan menjadi sakit bahkan saat pertama menyentuh air dingin. Ketika usia balita menderita phobia air maka dirinya akan membayangkan berbagai imajinasi yang menyeramkan mulai dari takut tenggelam ataupun terseret ombak.

Phobia Mendengar Suara Keras

Balita akan merasa ketakutan ketika mendegar suara ptir ataupun suara piring pecah. Dari ketakutan tersebut bisa merasa sangat terancam sehingga butuh penanganan lebih lanjut.

Binatang Serangga

Rata-rata seorang anak ketika melihat serangga akan merasa takut untuk memegangnya, namun dari rasa takut tersebut biasanya muncul rasa penasaran. Imajinasi anak yang menyeramkan bahkan sugesti dari lingkungan serikitar akan membuat kondisi phobia semakin mengkhawatirkan, maka dari itu para orang tua harus peka terhadap perubahan sikap dan perilaku anak.

Berpisah Dari Orang Tua

Setiap anak pastinya memiliki rasa aman lebih tinggi ketika bersama orang tua. Akan tetapi jika mereka berpisah dengan orang tua maka rasa kecemasan dan ketakutan akan sering muncul. Rata-rata seorang anak akan merasa ketakutan ketika berpisah dengan orang tua, maka dari itu tiap orang tua harus menjaga komunikasi ke anak secara intensif.

Bertemu Orang Asing

Setiap anak akan merasa aman disekitar orang tua mereka, akan tetapi jika bertemu dengan orang asing maka anak-anak biasanya menganggap mereka sebagai orang asing dan berbahaya. Rata-rata anak-anak akan memilih menjauh, namun dari phobisa satu ini bisa diatasi sejak dini dengan memperkenalkan orang asing tersebut didampingi orang tua.

Phobia Dokter

Meskipun terdengar asing, namun dari jenis phobia dokter sering dialami para balita. Kesan dokter yang sering menyuntik dan identik rasa sakit akan membuat imajinasi anak berkembang. Ketakuan akan dokter harus segera diatasi jangan sampai mengidapnya pada usia remaja.

Phobia Hantu

Bagi usia balita atau anak-anak tentu saja menganggap hantu sebagai sesuatu yang menakutkan. Para orang tua harus memberi sugesti kepada anak bahwa dari sosok hantu tersebut tidak selalu memberi citra buruk bahkan tidak harus dihindari. Pendekatan dari sisi agama sangatlah penting untuk mengatasi phobia hantu.

Phobia Polisi

Kesan dari sosok polisi bagi anak-anak adalah penjara dan menembak orang. Jika anak Anda sering takut ketika melihat seorang polisi sebaiknya berikan sugesti untuk tidak takut terhadap polisi bahkan bisa dijadikan teman.

Phobia Badut

Bagi anak-anak pastinya pernah melihat sosok badut dimana identik dengan rasa senang dan lucu. Akan tetapi tak semua anak menganggap badut sebagai sosok yang lucu bahkan sebaliknya sangat menyeramkan dan penuh ancaman. Rata-rata balita takut dengan badut kemudian mereka menghindar atau menjauh.

Itulah beberapa phobia yang bisa dialami oleh balita dan anak-anak, jadi para orang tua harus peka terhadap perubahan tingkah laku anak apakah mereka mengidap phobia atau tidak.