SHARE
6 Mitos Kesehatan Ini Masih Dipercaya Masyarakat Indonesia
6 Mitos Kesehatan Ini Masih Dipercaya Masyarakat Indonesia (FOTO : Zona 1000)

Netizenpos.com – Kesehatan menjadi satu bidang menarik untuk diulas dimana masih banyak masyarakat menganggap beberapa mitos masih bisa terjadi meskipun secara ilmiah tidak ada hubungannya. Beberapa penelitian juga memberi bukti bahwa mitos yang beredar dimasyarakat seputar kesehatan belum tentu semuanya benar.

Bagi Anda yang sering menganggap mitos sebagai satu hal penting terutama dari sektor kesehatan tubuh, berikut akan kami ulas secara mendalam seperti apa mitos-mitos yang saat ini masih beredar di masyarakat.

Mengenakan Pakaian Tebal Saat Demam

Mungkin Anda masih sering mendengar satu pernyataan dimana saat demam sebaiknya Anda mengenakan pakaian tebal. Tujuan dari mitos tersebut agar suhu tubuh cepat turun dan proses penyerapan obat penurun demam bisa berjalan cepat. Sebenarnya dari mitos mengenakan pakaian tebal saat demam tidak ada hubungannya, karena dari faktanya sendiri menggunakan pakaian tebal maka membuat suhu tubuh meningkat. Rata-rata jika pada usia anak-anak mengalami suhu tubuh di atas 39 derajat maka akan muncul kejang-kejang. Maka dari itu solusi tepatnya agar demam cepat turun adalah mengenakan pakaian tipis sehingga tubuh akan terasa lebih dingin.

Pada Saat Demam Tidak Boleh Mandi

Rata-rata dari kita sering menjadikan alasan suhu tubuh yang panas saat demam membuat kita tidak mandi. Padahal hal tersebut hanya mitos belaka dan dari segi faktanya sendiri mandi sangat efektif untuk menurunkan suhu yang sedang naik. Akan tetapi bila demam diserati rasa menggigil sebaiknya mandi memakai air hangat ditambah kompres air hangat terlebih dahulu.

Mandi Malam Bikin Rematik

Masih menjadi satu mitos yang beredar di masyarakat dimana rematik bisa terjadi karena kita sering mandi di saat malam hari. Padahal hal tersebut tidak sepenuhnya benar karena faktanya kondisi tubuh yang sehat membutuhkan mandi agar tubuh tetap bersih, dan pada saat mandi waktu malam hari tidak menjadi masalah, tetapi pada penderita rematik sebaiknya gunakan air hangat agar tidak kumat.

Penderita Cacar Tak Boleh Mandi

Pastinya Anda sudah mengenal satu penyakit kulit bernama cacar air. Rata-rata bagi penderita cacar air tidak diperkenankan mandi, akan tetapi hal tersebut maka bertentangan dengan hal medis dimana penderita cacar air atau campak justru harus menjaga kebersihan kulit mereka bahkan dianjurkan untuk mandi lebih sering agar perluasan cacar tidak menjalar ke bagian lainnya, namun tidak hanya mandi saja, penderita cacar juga wajib mengimbangi konsumsi obat.

Masuk Angin Harus Dipijat dan Dikerok

Pada kejadian masuk angin duduk sebenarnya menjadi tanda bahwa tubuh mengalami kelelahan hebat sehingga semua bagian tubuh terasa lemas kemudian bila tidak ditangani secara cepat bisa menyebabkan gangguan lebih serius. Rata-rata masyarakat menggunakan cara tradisional berupa kerokan ataupun pemijatan. Padahal banyak kejadian dimana orang meninggal saat dipijat menjadi tanda bahwa masuk angina duduk tidak bisa diatasi hanya dengan pemijatan saja.

Hal yang wajib dilakukan adalah penderita harus mendapatkan asupan oksigen lebih banyak kemudian pemberian obat yang sebelumnya mendapatkan diagnose dari dokter. Bisa jadi masuk angin duduk menjadi awal dari gangguan serangan jantung berat yang bisa disebabkan oleh sumbatan darah.

Lalu dari kebiasaan kerokan sebenarnya juga tak memberikan solusi karena membauat pembuluh darah kapiler di kulit pecah. Jadi dari aktivitas kerokan akan membuat rasa sakit bahkan merangsang gangguan lainnya seperti pegal otot.

Nah itu tadi beberapa mitos mengenai penyakit yang saat ini masih beredar di masyarakat, semoga Anda bisa lebih jelas dan memahami mana yang mitos dan fakta.