SHARE
Ulat Pemakan Plastik
Ulat Pemakan Plastik

Netizenpos.com – Ilmuwan Spanyol baru-baru ini menemukan salah satu spesies ulat yang mungkin bakal menjadi penyelamat bumi. Pasalnya, ulat ini bisa memakan sampah yang terbuat dari plastik.

Seperti kita tahu, setidaknya sekitar 80 juta ton produk plastik di produksi oleh masyarakat bumi setiap tahunnya. Plastik tersebut biasanya digunakan sebagai pembungkus makanan sekali pakai serta untuk memproduksi tas belanja.

Sampah plastik merupakan salah satu sampah yang paling sulit untuk diurai, bahkan untuk mengurai plastik diperlukan waktu hingga ribuan tahun. Penemuan ulat ini tentu dapat menjadi solusi di masa depan untuk mengentaskan jutaan ton sampah plastik. Dengan pengelolaan serta pengembangan yang terus dilakukan, bukan hal yang mustahil dalam jangka beberapa puluh tahun kedepan sampah plastik bisa lenyap dari bumi berkat ulat ini.

Dilansir AP, Kamis (27/4), Federica Bertocchini, yang merupakan ilmuwan dari Spanish National Research Council (CSIC) mengatakan jika objek penemuannya yang berupa ulat ini dapat mengurai plastik dengan cukup efisien dengan metode pemindahan ulat dari sarang lebah. Sebab hasil penelitiannya menemukan jika ulat-ulat tersebut menjadi parasit yang rakus setelah dikeluarkan dari sarang lebah. Penelitian tersebut menunjukkan jika ulat dapat memecah ikatan kimia plastik dengan cara yang sama saat mereka mencerna zat lilin yang dihasilkan oleh lebah untuk membuat sarang.

Dalam sebuah video pendek yang di upload di Youtube, Bertocchini, menunjukkan bagaimana ulat-ulat tersebut menyantap sebuah plastik hingga menyisakan lubang-lubang. Dalam kesempatan itu, ia bersama rekannya dari SCIS dan Universitas Cambridge melakukan percobaan berapa lama waktu yang dibutuhkan ulat-ulat tersebut untuk memakan plastik hingga habis.

Hasilnya, sebuah plastik ukuran standar, hanya diperlukan 40 menit bagi 100 ulat ngengat Galleria mellonella itu untuk memakan dan melubangi plastik. Jika dibandingkan dengan uji coba sebelum-sebelumnya yang kerap dilakukan dengan mikro organisme, tempo penguraian sampah plastik yang dilakukan oleh ulat ini tergolong cepat.

Penguraian yang dilakukan ulat tersebut memanfaatkan enzim yang diproduksinya secara alamiah. Para ilmuwan biologi tersebut masih terus mendalami mengenai sifat ulat serta metode yang akan dilakukan pada tahap berikutnya dalam rangka ‘penyelamatan’ planet bumi.

“Kami berencana menerapkan penemuan ini menjadi cara yang layak untuk menyingkirkan sampah plastik, bekerja menciptakan solusi untuk menyelamatkan samudra, sungai, dan lingkungan kita dari dampak akumulasi plastik yang tak terhindarkan,” kata Bertocchini.

“Namun tak seharusnya dibenarkan untuk membuang polietilen dengan sengaja di lingkungan hanya karena kita sekarang tahu bagaimana melakukan bio-degradasi,” imbuh Bertocchini.

Penelitian tersebut dipublikasikan di jurnal Current Biology.